Skip to main content

Pramuwisata Ujung Tombak Karimunjawa



Pramuwisata adalah duta bangsa, wakil bangsa, wakil wilayah/daerah. Karena kesan pertama yang dinilai oleh wisatawan tentang orang Indonesia biasanya dilihat dari pramuwisatanya. Pramuwisata adalah ujung tombak pariwisata. Pramuwisata yang sadar lingkungan, ia akan memberikan bimbingan, penjelasan, dan petunjuk yang positif untuk kebaikan lingkungan sosial, alam dan budayanya.

Menurut EN 13809 OF EUROPEN COMMITTEE FOR STANDARDISATION (CEN) ADOPTED BY WFTGA AT ITS DUNBLANE SCOTLAND CONVENTION 2003, TOURIST GUIDE is a person who guide visitiors in the language of their choice and interprets the cultural and natural heritage of an area which person normally possesses an area-specific qualification usually issued and /or recognized by the appropriate authority.

“Pramuwisata adalah seseorang  yang memandu wisatawan dalam bahasa pilihan mereka dan mampu menafsirkan tentang  warisan, budaya, serta alam suatu daerah, yang biasanya memiliki kualifikasi daerah atau spesialisasi tertentu, yang dikeluarkan dan / atau diakui oleh otoritas yang tepat”.

HPI Karimunjawa 2012

Pramuwisata atau pemandu wisata di Karimunjawa, pada umumnya adalah penduduk lokal yang memiliki ketrampilan berenang dan menyelam yang cukup baik. Karakteristik kepemanduan lebih pada spesialisasi pemandu wisata selam, yang tentunya sesuai dengan karakteristik pariwisata Karimunjawa yang menawarkan aktivitas wisata pesona alam bawah laut. 

Berkembangnya Karimunjawa menjadi destinasi pariwisata sudah tentu menimbulkan perubahan. Perubahan tersebut terjadi pada seluruh aspek kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah perubahan mata pencaharian. Transformasi mata pencaharian diantaranya adalah perubahan dari nelayan menjadi pengusaha kapal wisata dan pemandu wisata selam. Kemudian banyak dari para pemuda yang turut aktif menjadi pemandu wisata selam. Tentunya ini juga sangat baik dalam menekan tingkat urbanisasi yang sangat rentan mengena pada usia muda. Pariwisata telah terbukti mampu menciptakan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan lebih dari kunjungan wisatawan. Kemiskinan yang umumnya cenderung melekat pada kehidupan nelayan pesisir, namun ini tidak berlaku bagi Karimunjawa.  

Pemandu Wisata Selam “Ujung Tombak” Ekowisata

Dengan berjalannya waktu, pariwisata Karimunjawa tidak hanya mengalami perubahan yang positif saja. Dampak negatif lingkungan seperti kerusakan terumbu karang telah disebutkan menjadi akibat dari pola aktivitas kunjungan wisata selama ini.

Seperti yang telah ditulis sebelumnya pada Pemasaran Pariwisata Karimunjawa dan Kontribusinya, kesalahan dari aktivitas wisatawan telah dianggap sebagai salah satu faktor penyebab kerusakan terumbu karang. Wisatawan dapat memegang, menginjak, dan mengibaskan fin pada karang dengan bebas tanpa ada yang mengarahkan. Lalu apa yang diperankan pemandu wisata selam selama ini? Apa yang mereka tunjukkan kepada wisatawan? Apa yang mereka sampaikan kepada wisatawan? Kesan apa yang diberikan kepada wisatawan? 

Pemandu wisata selam adalah mereka yang selama ini mendampingi wisatawan, menentukan jalannya aktivitas wisatawan, dan menjadi penanggung jawab dalam pelaksanakan aktivitas wisata serta mengupayakan kepuasan wisatawan. Maka dari itu, sangat diperlukan evaluasi terhadap aktivitas wisata yang selama ini dijalankan.

Barangkali pramuwisata Karimunjawa belum mengerti bagaimana aktivitas wisata yang baik. Barangkali pramuwisata belum memahami pengetahuan ekologi yang baik. Barangkali pramuwisata di Karimunjawa belum terfasilitasi dengan baik.

Pramuwisata sebagai SDM pariwisata Karimunjawa perlu mendapat perhatian lebih. Pramuwisata adalah ujung tombak, mereka memiliki akses lebih dalam melakukan kontrol lingkungan. Oleh karena itu, kesadaran lingkungan dan pengetahuan ekologi perlu dimiliki oleh pramuwisata. Pramuwisata adalah duta/wakil daerah, oleh sebab itu ketrampilan dan etika kepemanduan sangat penting dimiliki oleh pramuwisata. 

Pramuwisata baik, maka lingkungan juga baik. Pramuwisata cerdas, maka wisatawan puas. Pramuwisata sopan, maka masyarakat pun mapan. Pramuwisata bukan sekedar cara mencari nafkah, pramuwisata adalah profesi kebanggaan, padanya tersemat tanggung jawab yang sangat besar.

Comments

Popular posts from this blog

Shifting: Dari Konsumtif ke Produktif

Kuliah Umum Generasi Adaptif Kreatif dan Berdaya di Era Digital di SMAK St. Ignatius Loyola - 9 Desember 2024. Hari ini, saya ingin mengajak kalian merenungkan sebuah realitas yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari: media sosial. Setiap hari, kita bangun tidur, hal pertama yang kita cari bukanlah segelas air atau sapaan pagi kepada keluarga, tetapi ponsel kita. Kita membuka TikTok, Instagram, atau WhatsApp, memeriksa notifikasi, scroll tanpa henti. Tidak terasa, satu jam berlalu. Kemudian dua jam. Apa yang kita dapatkan? Apakah kita merasa lebih pintar, lebih produktif, atau justru merasa lelah dan minder melihat kehidupan orang lain yang tampak lebih "sempurna"? Realitas Media Sosial Saat Ini Inilah realitas generasi muda hari ini. Media sosial telah menjadi bagian dari hidup kita, bahkan lebih dari sekadar alat komunikasi. Ia telah menjadi tempat kita mencari hiburan, validasi, bahkan identitas. Namun, sadarkah kalian bahwa di balik kenyamanan dan hiburan yang diberik...

Boti Bukan Desa Tertinggal

Primitif adalah hal yang pertama saya dengar tentang suku Boti, alasan utama yang mengantarkan niat saya untuk berkunjung ke Desa Boti di Kab TTS, Nusa Tenggara Timur. Namun apa yang saya temukan tentang Boti mengubah pemikiran saya. Primitif adalah kebudayaan di masyarakat atau individu tertentu yang pada umumnya dicirikan sebagai berikut: (1) belum mengenal budaya luar; (2) jauh dari peradaban; (3) tidak mengenal kesopanan atau tata karma; (4) tergantung dengan alam meskipun dunia luar sudah mengalami modernisasi; (5) berkaitan dengan hal – hal yang kuno. Berawal dari ciri – ciri tersebut, maka saya mencoba memaparkan apa yang saya temui di Boti. Boti tidak tertutup dari dunia luar . Justru boti membuka diri bagi kunjungan wisata dan penelitian. Boti tidak jauh dari peradaban . Peradaban berkaitan dengan kehidupan masyarakat/manusia, yang merujuk pada masyarakat yang kompleks dan dicirikan oleh praktik diantaranya pertanian, hasil karya dan pemukiman. Boti memilik...

Yayasan Alfa Omega: Modal Sosial Bagi Petani NTT

YAO bersama dengan CU (Credit Union) dan CU MART (Costumer Union Mart) akan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan yang mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Konsep segitiga pelayanan yang meliputi aspek peningkatan kapasitas, penyediaan modal, dan penyediaan pasar adalah strategi YAO-GMIT dalam memandirikan masyarakat secara daya dan dana. YAO memahami bahwa masyarakat kecil terkendala berbagai kesulitan jika mereka berusaha sendirian. Untuk itu, YAO hadir sebagai modal sosial yang membantu masyarakat kecil ketika bentuk modal lainnya terbatas dan tidak dapat dijangkau.    Gambar: Staf YAO Kupang mengolah komoditas asam dari Kabupaten Kupang Modal sosial membantu masyarakat kecil untuk mendapatkan aliran informasi, ide, pengetahuan dan keterampilan baru, koneksi dan peluang kerjasama. Skema kerja YAO bergerak melalui berbagai kegiatan yang menghubungkan masyarakat kecil kepada solusi-solusi untuk mengembangkan usaha, seperti pelatihan inovasi ...