Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Boti Bukan Desa Tertinggal

Primitif adalah hal yang pertama saya dengar tentang suku Boti, alasan utama yang mengantarkan niat saya untuk berkunjung ke Desa Boti di Kab TTS, Nusa Tenggara Timur. Namun apa yang saya temukan tentang Boti mengubah pemikiran saya. Primitif adalah kebudayaan di masyarakat atau individu tertentu yang pada umumnya dicirikan sebagai berikut: (1) belum mengenal budaya luar; (2) jauh dari peradaban; (3) tidak mengenal kesopanan atau tata karma; (4) tergantung dengan alam meskipun dunia luar sudah mengalami modernisasi; (5) berkaitan dengan hal – hal yang kuno. Berawal dari ciri – ciri tersebut, maka saya mencoba memaparkan apa yang saya temui di Boti. Boti tidak tertutup dari dunia luar . Justru boti membuka diri bagi kunjungan wisata dan penelitian. Boti tidak jauh dari peradaban . Peradaban berkaitan dengan kehidupan masyarakat/manusia, yang merujuk pada masyarakat yang kompleks dan dicirikan oleh praktik diantaranya pertanian, hasil karya dan pemukiman. Boti memilik...

Pemasaran Pariwisata Karimunjawa dan Kontribusinya

Setelah ditetapkannya Karimunjawa menjadi salah satu destinasi tujuan utama di Jawa Tengah, tentunya upaya pemasaran dan promosi gencar dijalankan dari segala lini. Dinbudpar Provinsi Jawa Tengah mulai mempromosikan Karimunjawa sebagai magnet wisata Jateng seperti Candi Borobudur. Banyak Tour Operator lokal yang kemudian bermunculan dan sangat aktif mempromosikan aktivitas wisata bahari khususnya melalui media internet . Keberhasilan promosi pariwisata ini dibuktikan dengan jumlah wisatawan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Gambar: Materi promosi yang menampilkan foto dengan perilaku wisata yang salah Kenaikan arus kunjungan wisata serta pola aktivitas wisata bahari yang selama ini dijalankan akhirnya berdampak pada kerusakan ekosistem terumbu karang. Hal ini di tunjuk kan dari hasil kajian BTNKJ tahun 2012 yang men erangkan bahwa kerusakan terumbu karang selain diakibatkan oleh faktor alam dan gelombang, juga ditemukan sebagai dampak dari perilaku wisatawan ....

Pentingnya Budaya & Kearifan Lokal Untuk Pariwisata Karimunjawa

Pariwisata kini dipandang sebagai satu alternatif pembangunan karena pengembangan kawasan wisata dapat mendukung pelestarian objek wisata, mendorong pelestarian alam, dan transformasi ekonomi menuju ekonomi berbasis jasa (Raharjana, 2010). Begitu pula dengan aktivitas pariwisata di Taman Nasional Laut Karimunjawa yang merupakan bagian dari bentuk pengelolaan Taman Nasional ‘3P’, yaitu Perlindungan, Pangawetan, dan Pemanfaatan Lestari. Perlu diketahui bahwa Pariwisata adalah bentuk penerapan dari Pemanfaatan Lestari yang diharapkan dapat mendukung upaya – upaya perlindungan dan konservasi.   Photo Source: http://www.nasirullahsitam.com/2013/12/merekam-jejak-sejarah-karimunjawa.html Perkembangan menunjukan bahwa kehadiran pariwisata Karimunjawa tidak hanya memberikan dampak positif secara ekonomi, namun juga dampak negatif, baik lingkungan fisik, sosial budaya, dan ekonomi. Dampak negatif pariwisata Karimunjawa yang paling menonjol adalah permasalahan lingkungan, khususnya ...